Lewati ke konten
DividenIDX

YUPI

Yupi Indo Jelly Gum Tbk
WhatsAppX
Bandingkan

YUPI (Yupi Indo Jelly Gum Tbk) bergerak di sektor Konsumen Primer. Dalam dataset ini tercatat membagikan dividen pada 2 tahun, dengan 2 tahun beruntun terakhir. Dividen terakhir total Rp 16,57/lembar (tahun pembayaran 2026). Secara historis, tren jumlah cenderung turun, waktu pembagian cukup teratur (pertumbuhan DPS ≈ -92,55%/tahun). Bulan ex-date yang paling sering muncul adalah Juli. Angka di atas adalah data sekunder dan bukan saran investasi.

Yield berjalan (TTM)
1,09%
memuat harga…
Konsistensi waktu
Cukup teratur
Tren jumlah
Turun
Tahun membagikan (data)
2 tahun

Analisis dividen

Yield rata-rata
3,73%
1,09% s/d 8,04%
Pertumbuhan DPS
-92,55%/th
CAGR antar tahun
Rata-rata dividen/th
Rp 119,47
per lembar
Beruntun membagikan
2 tahun
terkini
Bulan ex favorit
Juli
paling sering

Kalkulator dividen

Estimasi penerimaan setahun berdasarkan dividen 12 bulan terakhir (Rp 51,68/lembar).

= 1.000 lembar
Dividen bruto
Rp 51.685
PPh final 10% (setor sendiri)
- Rp 5.168
Diterima bersih (setahun)
Rp 46.517

Sejak 2021, PPh final 10% atas dividen disetor sendiri (paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya), bukan dipotong emiten. Bisa 0% bila dividen direinvestasikan sesuai syarat. Estimasi, bukan saran investasi.

Perilaku harga di sekitar dividen

Rata-rata dari 3 event dividen YUPI (2020-2026), relatif pasar. Pola historis, bukan saran investasi.

Run-up H-20 sblm cum
+11.7%
100% kali positif
Drop di ex-date
1.6x
x nilai dividen
Pemulihan H+20
-7.0%
33.33% kali pulih
Tahan demi dividen
-8.3%
beli cum, jual H+10
Bandingkan dengan pola 240 emiten di Temuan backtest

Perkiraan jadwal berikutnya

  • interim: perkiraan ex-date sekitar Desember 2026 (≈4 bulan lagi) · keyakinan rendah
  • final: perkiraan ex-date sekitar Juni 2027 (≈11 bulan lagi) · keyakinan sedang
  • Referensi: dividen terakhir Rp 16,57/lembar (2026). Jumlah berikutnya tidak diprediksi.

Perkiraan pola historis; jumlah tidak diprediksi. Bukan saran investasi.

Ekspor ke kalender

Tambah jadwal + pengingat 1 hari sebelum ex-date ke kalendermu.

Grafik historis

Grafik total dividen per lembar (Rupiah) per tahun.
Data dividen per lembar (Rp) per tahun
TahunDPS (Rp)
2025222.36554999999998
202616.57421

Riwayat lengkap

2026total Rp 16,57 / lembar
  1. Finalkeyakinan sedangRp 16,57 / lembar
    Cum date · beli sebelum
    18 Mei 2026
    Ex date
    19 Mei 2026
    Pembayaran
    29 Mei 2026
    Yield
    1,09%

    Auto-ingest stockanalysis/S&P Global (sinkron harian). Tipe ditentukan heuristik bulan; cum_date & verifikasi sumber kedua menyusul. [cum=H-1 bursa] [yield=close cum]

2025total Rp 222,37 / lembar
  1. Interimkeyakinan sedangRp 35,11 / lembar
    Cum date · beli sebelum
    3 Desember 2025
    Ex date
    4 Desember 2025
    Pembayaran
    18 Desember 2025
    Yield
    2,05%

    Auto-ingest stockanalysis/S&P Global (sinkron harian). Tipe ditentukan heuristik bulan; cum_date & verifikasi sumber kedua menyusul. [cum=H-1 bursa] [yield=close cum]

  2. Finalkeyakinan sedangRp 187,26 / lembar
    Cum date · beli sebelum
    4 Juli 2025
    Ex date
    7 Juli 2025
    Pembayaran
    11 Juli 2025
    Yield
    8,04%

    Auto-ingest stockanalysis/S&P Global (sinkron harian). Tipe ditentukan heuristik bulan; cum_date & verifikasi sumber kedua menyusul. [cum=H-1 bursa] [yield=close cum]

Pertanyaan umum tentang dividen YUPI

Kapan YUPI membagikan dividen berikutnya?

Berdasarkan pola historis (ex-date paling sering di Juli), perkiraan ex-date YUPI berikutnya sekitar Desember 2026 — perkiraan, bukan kepastian.

Berapa dividen terakhir YUPI?

Dividen terakhir YUPI total Rp 16,57 per lembar untuk tahun pembayaran 2026.

Berapa yield dividen YUPI?

Yield tercatat terakhir YUPI sekitar 1,09%. Yield berjalan (dividen 12 bulan terakhir dibagi harga terkini) ditampilkan otomatis di halaman YUPI dan ikut bergerak mengikuti harga saham.

Apakah YUPI rutin membagikan dividen?

YUPI tercatat membagikan dividen pada 2 tahun, termasuk 2 tahun beruntun terakhir dalam dataset ini.

Emiten serupa

Emiten lain di sektor Konsumen Primer.